Frequently Asked Question (FAQ)

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara Region Propinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2015
1.     Bagaimana mendaftar seleksi PPAN Bangka Belitung?
·    Pendaftaran dan penyerahan berkas dapat dilakukan secara online dan Offline. Silahkan mengacu ke Open Application 2015
2.       Apa saja persyaratan seleksi PPAN Bangka Belitung?
·    Untuk tahun ini, silahkan mengacu ke Open Application 2015
3.       Dimana saya bisa mendapatkan formulir pendaftaran?
·    Pendaftar tidak diwajibkan mengisi form pendaftaran. Namun demikian, pendaftar HARUS melampirkan curriculum vitae yang terdiri dari komponen-komponen yang ditentukan. Silahkan mengunduhnya disini

4.       Kapan batas akhir/deadline pendaftaran?
·    Silahkan mengacu ke Open Application 2015
5.     Apa saja tahapan seleksi yang akan saya tempuh?
·   Ada 2 tahapan seleksi yang akan dilaksanakan:

  1.  Seleksi Berkas. Pada tahap ini, pengiriman berkas dapat dilakukan secara online dan offline. Masing-masing DISPORA Kab/Kota bekerjasama dengan PCMI Bangka Belitung akan melakukan screening dan penilaian berks-berkas yang dikirim meliputi Akademik, Prestasi, Kontribusi sosial kepemudaan/kemasyarakatan, Esei dan Proposal PPA yang terdapat dalam berkas pelamar. Setiap kabupaten kota memiliki kuota 4 orang kandidat dengan 2 orang kandidat cadangan. 28 Pelamar yang lulus pada tahap ini akan mendapatkan undangan dari PCMI Bangka Belitung untuk mengikuti seleksi tahap ke 2. 
  2. Karantina dan Seleksi tingkat Propinsi. Pada tahap final ini, peserta akan dikarantina selama 3 hari dan mengikuti rangkaian seleksi PPAN 2015. Pada tahap inilah peserta akan disaring menjadi 8 orang (4 orang kandidat utama dan 4 orang kandidat cadangan) untuk kemudian ditetapkan sebagai delegasi Propinsi Kep. Bangka Belitung 2015.
6.       Apa saja yang akan dinilai pada proses seleksi tahap 2?
·   Pada tahap ini, tes akan dilakukan dalam beberapa tahap yang meliputi:
–     Tes bidang Agama/karakter
–     Tes bidang Psikologi/Kepribadian 
–     Tes Kemampuan Berbahasa Inggris (Interview, tes tertulis, diskusi dan debat)
–     Tes bidang Akademik (Pengetahuan Umum, Internasional, Nasional dan Lokal)
–     Tes kemampuan Bakat Seni dan Budaya 
7.    Apa yang dimaksud dengan Dokumen Pendukung?
·    Dokumen Pendukung adalah segala bentuk sertifikat dan/atau piagam yang pelamar miliki yang dapat dilampirkan untuk menunjang penilaian kapasitas dan keaktifan pelamar pada tahap seleksi berkas. Dokumen tersebut dapat berupa sertifikat dan/atau piagam yang menunjukkan kompetensi dan keaktifan pelamar dibidang tertentu, khususnya yang berhubungan dengan kepemudaan, akademik, organisasi, social/community services, volunteering, seni budaya dan sebagainya. Sebaiknya dokumen pendukung adalah piagam dan/atau sertifikat yang didapat  dalam tiga tahun terakhir.
8.       Jika saya sedang kuliah di luar Prop. Kep. Bangka Belitung, apa saya bisa mengikuti seleksi PPAN 2015?
·    Seleksi ini adalah seleksi terbuka untuk pemuda-pemudi Bangka Belitung dimana pun berada yang dibuktikan dengan lampiran KTP Prop. Kep. Bangka Belitung sehingga untuk anda yang sedang belajar atau pun kuliah di luar Bangka Belitung, anda masih memiliki kesempatan terbuka untuk mengikuti seleksi ini dengan tetap mengacu pada persyaratan yang telah ditentukan.
9.       Apakah wajib melampirkan/memiliki sertifikat TOEFL atau tes kompetensi Bahasa Inggris lainnya?
·    Sertifikat TOEFL atau proficiency test sejenisnya belum wajib dilampirkan dalam proses seleksi. Meski demikian, ketika pelamar bersangkutan dinyatakan terpilih sebagai delegasi Bangka Belitung, maka sertifikat TOEFL/IELTS/TOEIC wajib dilampirkan sebagai persyaratan di tingkat nasional.
10.    Jika sertifikat TOEFL saya adalah TOEFL prediction, apakah saya bisa menggunakan sertifikat tersebut untuk dilampirkan?
·    Boleh. Panitia menerima TOEFL Prediction/ITP/IBT.
11.   Jika nilai TOEFL saya belum mencapai 450 sesuai yang ditentukan, apa bisa ikut mendaftar?
·    Boleh. Nilai TOEFL memang memberikan point tersendiri bagi pelamar, namun tidak mutlak ada dalam proses pendaftaran tahap 1 karena dalam tahap seleksi akhir, peserta akan dites kemampuan berbahasa Inggris lisan maupun tulisan. Jika ternyata kemampuan berbahasa ini memadai, peserta tetap memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih dengan catatan peserta tersebut harus kembali mengikuti Tes TOEFL/TOEIC/IELTS dan harus mencapai target minimum.
12.   Apakah ada persyaratan usia untuk mengikuti seleksi PPAN 2015?
·   Ada. Untuk itu, silahkan mengacu ke Open Application 2015
13.   Negara tujuan mana saja yang bisa saya pilih untuk mengikuti program ini?
·   Untuk mengetahui kuota PPAN 2015 Prop. Kep. Bangka Belitung, silahkan mengacu ke Open Application 2015
14.   Jika saya terpilih menjadi delegasi PPAN Bangka Belitung, apakah saya harus cuti kuliah/kerja?
·   Hal tersebut akan bergantung pada lamanya program dan kebijakan universitas tempat peserta menjalani perkuliahan atau atasan tempat peserta bekerja.
15.   Apakah Surat Keterangan Catatan Kepolisian dan bebas Narkoba harus dilampirkan?
·    Tidak. Namun, jika pelamar telah dinyatakan terpilih sebagai delegasi Bangka Belitung, berkas tersebut akan diminta untuk dilampirkan pada berkas seleksi tingkat Nasional.
16.   Apakah program PPAN ini adalah fully funded program?
·    Secara umum, Program Pertukaran Pemuda Antar Negara dibiayai oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pemuda Dan Olahraga (KEMENPORA) RI yang didukung oleh pemerintah negara tujuan berupa biaya kebutuhan dasar seperti akomodasi dan transportasi. Delegasi terpilih juga akan mendapatkan uang saku. Namun, untuk kebutuhan pribadi seperti uang saku tambahan, biaya kebutuhan persiapan keberangkatan pribadi dan kebutuhan kontingen (di luar kebutuhan kontingen yang dibiayai oleh KEMENPORA RI) seperti souvenir pribadi dan kontingen dan kelengkapan kostum/baju daerah, menjadi tanggung jawab delegasi terpilih.
17.   Bagaimana dengan pengurusan paspor dan visa?
·   Biaya dan pengurusan visa akan ditanggung oleh penyelenggara, namun untuk biaya dan pengurusan paspor adalah tanggung jawab delegasi terpilih.
18.   Apakah pendaftaran seleksi PPAN 2015 dipungut biaya?
·    Tidak. Pendaftaran seleksi PPAN 2015 tidak dikenakan biaya.
19.   Siapa penanggung jawab PPAN?
·    Penanggung jawab PPAN adalah KEMENPORA RI bekerja sama dengan pemerintah negara tujuan
20.   Siapa penanggung jawab seleksi PPAN Bangka Belitung?
·    Penanggung jawab seleksi PPAN Bangka Belitung adalah Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Kep. Bangka Belitung
21.   Kapan pelaksanaan program PPAN 2015?
·   Silahkan mengacu ke review tentang masing-masing program di sini.
22.   Apa yang harus saya lakukan setelah mengirim berkas pendaftaran?
·      Terus pantau blog PCMI Bangka Belitung untuk update informasi terbaru karena semua informasi terkait proses seleksi PPAN akan diterbitkan melalui blog ini.
23.   Jika saya terpilih menjadi delegasi PPAN Bangka Belitung 2015, apa yang harus saya lakukan?
·      Peserta yang dinyatakan lulus seleksi propinsi dan terpilih menjadi delegasi Bangka Belitung selanjutnya akan mendapatkan rekomendasi dari DISPORA Propinsi Kep. Bangka Belitung dan PCMI Bangka Belitung untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional. 
24.    Bagaimana jika data/informasi yang saya berikan tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya?
·      Jika terbukti bahwa data dan informasi yang diberikan pelamar tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya, maka pelamar tersebut akan didiskualifikasi dari proses seleksi PPAN. Jika pelamar telah ditetapkan sebagai peserta terpilih, maka hak tersebut akan dicabut atau jika peserta telah berangkat untuk menjalani program, maka peserta tersebut dapat dipulangkan sesuai dengan peraturan dan hokum serta undang-undang yang berlaku.

Open Application PPAN 2015!!

PCMI Bangka Belitung dan Dispora Provinsi Kep. Bangka Belitung mengadakan seleksi Program Pertukaran Pemuda Antar Negara. Seleksi tahun ini akan terdiri dari dua tahap yaitu:
1. Seleksi tingkat Kabupaten/ Kota (Seleksi Administrasi/ berkas) *
2. Seleksi tingkat Provinsi (Final) –> 18-21 Mei 2015

*khusus Kota Pangkalpinang akan ada tambahan sesi wawancara individu tanggal 11 Mei 2015

Kuota tahun ini:
Pelatihan Kepemudaan Indonesia Kanada (PPIK)     : 1 perempuan 
Pertukaran Pemuda Indonesia Malaysia (PPIM)        : 1 laki-laki 
Pertukaran Pemuda Indonesia Tiongkok (PPIT)        : 1 perempuan 
Kapal Pemuda ASEAN- Jepang (KPA)                     : 1 laki-laki

Persyaratan Calon Peserta

1) Warga Negara Indonesia belum menikah dan berdomisili di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk.
2) Berusia antara 18-30 tahun dengan rincian persyaratan masing-masing program sbb:
                1. PPIK 20-24 tahun
                2. PPIM 23-27 tahun
                3. PPIT 20-30 tahun
                4. KPA 20-30 tahun
3) Belum pernah mengikuti PPAN yang dilaksanakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga
4) Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat *)
5) Pendidikan minimal SLTA atau sederajat *)
6) Belum Menikah.
7) Mempunyai wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta pengetahuan yang luas mengenai isu-isu nasional dan internasional.
8) Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif baik secara lisan maupun tulisan.
9) Bersedia mengikuti proses seleksi dan jika terpilih bersedia mengikuti proses pelatihan yang akan diberikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga dan Kementrian Pemuda dan Olahraga *)
10) Mendaftarkan diri ke Panitia Pelaksana Seleksi Calon Peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara 2015 di Kabupaten/ Kota masing-masing dan mengisi serta mengirimkan berkas pendaftaran yang terdiri dari:
– Fotokopi KTP (1 Lembar).
– Foto Terbaru (Ukuran 3 x 4 dan 4 x 6, masing-masing 3 lembar).
– Curriculum Vitae (CV) dengan komponen – komponen dapat diunduh disini 
Essay (750 – 1000 kata, Times New Roman, 12, spasi 1.5). Esai ditulis dalam Bahasa Inggris dengan konten meliputi aktivitas sosial atau keorganisasian, prestasi yang telah diraih, dan motivasi mengikuti PPAN serta rencana kontribusi setelah mengikuti program.
– Ringkasan Rencana Proyek Pasca Progam / Post Project Activity (PPA) Summary dalam Bahasa Inggris dengan mengacu pada format berikut ini
– Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL resmi/TOEFL Prediction dengan skor minimal 450 (TOEFL PBT), 133 (TOEFL CBT), 45 (TOEFL IBT), atau IELTS dengan skor minimal 4.0). Peserta yang sudah memiliki sertifikat Bahasa Inggris namun memiliki nilai masih dibawah batas minimal tetap dianjurkan untuk mendaftar.
– Bukti bahwa sudah pernah/sedang melakukan pemberdayaan pemuda/masyarakat di berbagai bidang berupa laporan, foto, atau liputan media (jika ada).
11) Setelah menyelesaikan program dan kembali ke Indonesia bersedia memberikan kontribusi langsung kepada Purna Caraka Muda Indonesia Bangka Belitung dan aktif jika diminta dilibatkan dalam program kepemudaan Dispora Bangka Belitung *)
*) Dibuktikan dengan dokumen pendukung yang dilengkapi jika pendaftar terpilih menjadi finalis untuk selanjutnya dibawa sebagai syarat registrasi seleksi di tingkat provinsi.
CARA MENDAFTAR:

Peserta dapat mendaftar secara offline dan online.
Offline:
Peserta mendaftar dan mengumpulkan berkas pendaftaran ke Dispora kota/kabupaten masing-masing.
Online:
Peserta mendaftar dan mengirimkan berkas (scan dalam format .pdf dan maksmal 2MB) ke alamat surel ppanbabel@yahoo.comdengan subject SELEKSI PPAN BABEL 2015 – Nama Kab/Kota- Nama Peserta [Contoh: SELEKSI PPAN BABEL 2015 – PANGKALPINANG – FAJRI]
konfirmasi pendaftaran ke nomor 085764736945
BATAS AKHIR PENDAFTARAN 10 MEI 2015!!
Khusus BANGKA BARAT batas akhir pendaftaran 7 Mei 2015

Akan ada 6 aspek yang dinilai dalam proses seleksi yaitu:
1. Bidang Agama/ Karakter
2. Bidang Psikologi/ Kepribadian
3. Kemampuan Bahasa Inggris
4. Kemampuan Komunikasi
5. Bidang Seni Budaya
6. Bidang Akademik
Untuk info lebih lanjut silakan menghubungi:
Email: ppanbabel@yahoo.com atau pcmibabel2@gmail.com
FB: PCMI Bangka-Belitung
Open Group FB: PCMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Twitter: @pcmibabel

OPEN APPLICATION: Are You The Next?

Siapkan dirimu Pemuda-Pemudi Bangka Belitung dalam seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) tahun 2015!! Pendaftaran akan dibuka mulai 29 April 2015 s.d 10 Mei 2015.

Tahun ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan kuota untuk:

Pelatihan Pemuda Indonesia Kanada (PPIK): 1 perempuan (usia 20-24 tahun)
Pertukaran Pemuda Indonesia Malaysia (PPIM): 1 laki-laki (usia 23-27 tahun)
Pertukaran Pemuda Indonesia Tiongkok (PPIT): 1 perempuan (usia 20-30 tahun)
Kapal Pemuda ASEAN-Jepang (KPA): 1 laki-laki (usia 20-30 tahun)

Info lebih lanjut akan terus diupdate di blog PCMI Babel dan silakan menghubungi Dispora Kota/Kabupaten masing-masing.

So, are YOU the next??!

Pendidikan PHBS

 From Bangka Belitung to East Kalimantan With Love

Post Program Activity (PPA) merupakan bukti dari sebuah komitmen serius para delegasi Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang sejak tahun 2014 PPA menjadi suatu program wajib yang harus dilaksanakan oleh para delegasi terpilih dari tiap-tiap daerah segera setelah purna dari program yang diikuti. PPA yang juga merupakan salah satu penilaian dalam tahap seleksi PPAN di masing-masing daerah harus dilaksanakan sesuai dengan timeline yang diajukan delegasi dalam proposal PPA mereka. 
Pada tahun ini salah satu delegasi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Yudi Pranata, telah merampungkan PPAnya beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya sebagai delegasi SSEAYP Yudi telah melakukan PPA group langsung setelah program selesai. Hal tersebut dikarenakan untuk program SSEAYP, PPA dibedakan menjadi 2 term, yaitu short-term (jangka pendek) dan long-term(Jangka panjang). Perbedaan antara kedua nya adalah short-term hanya dilakukan selama satu hari secara bersama oleh para delegasi dan alumni di satu tempat yang telah ditentukan, sedangkan long-term dilakukan oleh masing-masing delegasi secara individu di masing-masing daerah (provinsi asal). Adapun tema PPA short-term dan long-term yang dipilih Garuda41 (para IPYs SSEAYP 2014) adalah pemilahan dan pemanfaatan sampah.

PPA Short-term Garuda41 telah dilakukan sekembalinya para delegasi ke Indonesia pada  21 Desember 2014 lalu. Bertempat di Kelurahan Manggarai, Jakarta pusat, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 7 pagi hingga 12 siang. Ada lebih dari 120 anak dan orang tua yang mengikuti kegiatan ini. Isi kegiatan adalah mengajarkan anak-anak tentang memilah sampah organik dan non-organik. Para orang tua diajarkan mengkreasikan  kantong plastik bekas menjadi bunga, menganyam sachet plastik bekas menjadi pita serta cara membuat kompos dari limbah rumah tangga. Di akhir kegiatan para delegasi Garuda41 menampilkan tarian Liko’ Pulo yang sebelumnya juga pernah dibawakan saat National Presentation di Kapal Ms. Nippon Maru.
Kemudian, di akhir bulan Januari lalu dokter muda ini mendapatkan penempatan sebagai dokter internship di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Hal ini sempat menjadi hambatan untuk melakukan long termnya di provinsi Bangka Belitung, sehingga ia pada akhirnya memutuskan untuk melaksanakan PPA di tempatnya bekerja dengan pertimbangan tambahan bahwa Kalimantan Timur sendiri tidak memiliki wakil di SSEAYP 2014. Maka, ketika pada akhir bulan Februari ia berangkat ke Kalimantan Timur ditambah lagi dengan penetapan bahwa untuk 4 bulan pertama Yudi ditempatkan di Puskesmas Pasir Belengkong, tercetuslah ide untuk menyertakan PPA long term yang ia rencanakan menjadi salah satu program Puskesmas Pasir Belangkong tahun ini.
Untungnya, dikarenakan salah satu usaha peningkatan kesehatan masyarakat di Puskesmas adalah upaya preventif (pencegahan) terhadap penyakit maka Puskesmas yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan berkewajiban untuk melakukan upaya tersebut terhadap seluruh masyakarat dengan berbagai tingkatan umur, termasuk anak usia sekolah. Mengingat Post Program Activity (PPA) Garuda41 terkait pilah dan buang sampah sementara Garuda40 terkait gerakan mencuci tangan, maka ia mencoba memasukkan 2 PPA tersebut dalam program Puskesmas Pasir Belangkong yaitu pada program pendidikan PHBS di sekolah.
            Pendidikan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di sekolah merupakan langkah dasar dalam menanamkan pola hidup yang bersih dan sehat sejak dini. Hal tersebut meliputi 8 point, yaitu:
  1. Gerakan mencuci tangan pakai sabun
  2. Jajan di kantin yang bersih dan sehat
  3. Rutin berolah raga
  4. Pilah dan buang sampah pada tempatnya
  5. Timbang berat badan dan tinggi badan
  6. BAB dan BAK di jamban
  7. Bersih dari jentik nyamuk
  8. Katakan tidak pada rokok.
            Maka, kegiatan PPA tersebut di lakukan di 23 sekolah setingkat Taman Kanank-kanak hingga SMA/MA yang berada di wilayah kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Propinsi Kalimantan Timur. Hingga tanggal 07 April 2015, kegiatan tersebut telah dilakukan di 15 sekolah dengan total peserta 357 siswa/i. Dalam  program tersebut dilakukan beberapa kegiatan berupa pemaparan/presentasi/penyuluhan yang disertai praktek langsung seperti cara membedakan sampah organik dan non-organik serta 7 langkah mencuci tangan dengan sabun. 
            Untuk pemilahan sampah, siswa/i diajarkan cara membedakan antara sampah organik dan non-organik serta mengenal pemanfaatan tiap jenis sampah tersebut. Siswa juga diajarkan btentang kesadaran akan bahaya sampah yang tidak tertangani dengan baik dan akibatnya bagi kesehatan. Dalam peragaan 7 langkah cuci tangan pakai sabun, siswa diingatkan kapan saja waktu untuk mencuci tangan, cara mencuci tangan yang benar serta penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh kebersihan tangan yang buruk. Kedua rangkaian kegiatan di atas diikuti dengan sangat antusias oleh para siswa.
           Sementara itu, bagi Yudi sendiri pelaksanaan PPA ini merupakan sebuah perjuangan tersendiri  terutama jika menyangkut  akses menuju sekolah di tiap desa yang sangat variatif. Terkadang sekolah tujuan dapat ditempuh dalam waktu singkat melalui jalan yang beraspal namun kadang perjalanan membutuhkan waktu tempuh hingga 2 jam dengan melalui jalan berlubang, bergelombang dan tidak beraspal. Bahkan, karena belum terbiasa dengan medan tempuh seperti itu, ia sempat mabuk kendaraan saat kunjungan pertama. Untungnya, di setiap kegiatan yang ia lakukan selalu difasilitasi ambulance dari Puskesmas, alat bantu/media presentasi serta pendampingan oleh staff/perawat Puskesmas.   
Setelah sukses dengan pelaksanaan PPA di belasan sekolah tersebut, di masa yang akan datang, kegiatan ini akan dijadikan program tahunan Puskesmas Pasir Belengkong dengan bantuan pendanaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Paser. Tentu saja, sebagai isiator dan pelaksana, ia berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya anak-anak. 
Well, ini adalah salah satu bentuk pengabdian para delegasi setelah program usai, pengabdian dari delegasi Bangka Belitung untuk Kalimantan Timur dengan penuh cinta. Salut!

 

ICYEP 2014: Ayim

Ayim, yang bernama lengkap Primalita Putri Distina ini adalah delegasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk program Indonesia Canada Youth Exchange Program (ICYEP) tahun 2014. Anak muda yang juga pernah terpilih sebagai Duta Bahasa tahun 2013 ini lahir di Pangkalpinang, 16 Oktober 1991. Saat ini dirinya telah menyelesaikan studi S1-nya di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 2013 silamdan sedang berjuang melanjutkan mengambil program magister profesi psikologi untuk mewujudkan cita-citanya sejak kecil. Ayim yang juga suka menulis dan mendengarkan musik ini sangat merasakan manfaat dari program ICYEP yang ia ikuti karena baginya program tersebut telah memberikannya banyak sekali pengalaman dan pelajaran. Ia tak hanya bertemu dengan orang-orang  hebat tapi juga mendapatkan banyak kesempatan untuk membuka sudut pandang baru, belajar untuk mengeksplor kelebihan diri, memperbaiki kekurangan diri dan mencari insight dari setiap pengalaman yang dirasakan. Melalui program ini pula ia berkesempatan melihat dedaunan maple serta menikmati musim gugur impiannya. Jika sahabat PCMI Bangka Belitung ingin tahu lebih lanjut tentang Ayim, sahabat dapat menghubunginya melalui akun facebook Primalita Putri Distina atau melalui email primalita.putri@gmail.com

IMYEP 2014: Anisah

Anisah, atau yang lebih akrab dipanggil Icha, adalah anak muda kelahiran Tanjungpandan (Belitung), 27 Mei 1991, namun sejak duduk di bangku SMP ia sudah berdomisili di Pangkalpinang. Di tahun 2014, Icha terpilih dan mendapat kesempatan untuk mewakili Provinsi Kep. Bangka Belitung dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia Malaysia (PPIM)/Indonesia Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) 2014 bersama dengan 33 pemuda-pemudi perwakilan dari seluruh Indonesia. Icha telah menyelesaikan pendidikan S1 pada tahun 2013 lalu di Universitas Negeri Jakarta khususnya di jurusan Pendidikan Geografi. Gadis yang sangat gemar traveling dan menjelajah hal-hal baru ini mengaku sangat mencintai IMYEP dan bangga menjadi salah satu dari keluarga besar IMYEP, karena baginya Program ini sangat banyak memberikan ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Nah, jika sahabat PCMI Bangka Belitung ingin sharing dan tahu lebih banyak tentang pengalamannya di IMYEP, silahkan menghubunginya melalui akun facebook ‘Ichaa Anissah’ atau email anisah.geo087097@yahoo.com.

SSEAYP 2014: Yudi

Ship for South-East Asia Youth Program atau SSEAYP 2014 lalu juga diikuti oleh satu orang delegsi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Yudi Pranata. Dokter muda kelahiran Sungailiat, 20 Februari 1991 ini telah menyelesaikan study-nya di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Program Studi Pendidikan Dokter Umum dan saat ini sedang menjalankan tugas internship di Kab. Paser, Kalimantan Timur. Selain aktif sebagai dokter muda, ia juga aktif di beberapa kegiatan sosial khususnya yang berkaitan dengan kesehatan. Anak muda yang merupakan Bujang Bangka 2015 ini juga telah menyelesaikan Post Program Activity (PPA) individunya yang juga berkaitan dengan kesehatan. Untuk sahabat PCMI Bangka Belitung yang ingin berkomunikasi dengannya, dapat menghubunginya melalui akun Facebook ‘Yudi Pranata’ atau melalui pranata91@gmail.com. 

AIYEP 2014: Fajri Usman


Najmul Fajri Usman yang akrab dipanggil Fajri, merupakan pemuda kelahiran Pangkalpinang, 3 Februari 1991. Pemuda bersuara indah ini adalah pemuda yang terpilih untuk mewakili Provinsi Bangka Belitung dan bergabung bersama 17 pemuda-pemudi Indonesia lainnya untuk mengikuti program AIYEP (Australia Indonesia Youth Exchange Program) / PPIA (Pertukaran Pemuda Indonesia –Australia) periode 2014/2015. Ia juga telah merampungkan studi S1-nya di bidang Manajemen Lingkungan Hidup di University of Malaya (Malaysia) tahun 2014 lalu dan kini sedang berjuang untuk kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Meskipun telah banyak pengalaman mengikuti program-program kepemudaan internasional, Fajri mengaku bahwa AIYEP merupakan program yang paling berkesan dalam hidupnya sejauh ini. Fajri sangat aktif dalam media sosial dan dapat dihubungi melalui akun facebook-nya ‘Fajri Usman’ atau melalui emailnya fajri.usman@gmail.com.

IKYEP 2014: Wira

Pada tahun 2014 yang lalu Propinsi Kepulauan Bangka Belitung diwakili oleh Wira Tri Barkah dalam program Indonesia Korea Youth Exchange Program atau yang dikenal dengan IKYEP. Anak muda yang akrab dipanggil Wira ini adalah pemuda kelahiran Tanjung Pandan, 24 Mei 1992. Ia telah merampungkan studi S1-nya di bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan di Institut Pertanian Bogor (IPB) di penghujung tahun 2014 lalu dan kini sedang merintis karier di bidangnya serta aktif dalam Post Program Activity-nya yang berkaitan dengan perikanan. Penyuka olahraga tennis yang terlihat pendiam ini mengaku bahwa IKYEP merupakan program yang sangat berkesan karena selama program ia merasa bertemu dengan orang-orang hebat baik dari Indonesia maupun Korea Selatan. Tak hanya aktif di beberapa kegiatan, dirinya juga aktif di media sosial dan dapat dihubungi melalui akun facebook-nya ‘Wira TriBarkah’ atau melalui emailnya wiraipb47@gmail.com.